Laman

Minggu, 30 Januari 2011

KELUARGA BERENCANA


I.                   PENDAHULUAN
Dalam ajaran Islam, keluarga mempunyai kedudukan yang sangat penting, karena keluarga merupakan cikal bakal, sumber inspirasi dan pondasi peradaban. Artinya melalui keluarga suatu bangsa dan Negara mengawali derap langkah pengabdian yang sesungguhnya untuk membangun masyarakat yang beradab.1 Sehingga tidak mengherankan bahwa Islam telah memandang keluarga sebagai suatu unit dasar kemasyarakatan dari masyarakat Islam, dan telah menekan bahwa pembentukan keluarga adalah tanggungjawab setiap pasangan, karena hak-hak anak secara khusus telah ditekan sebagai pembangunan  masa depan. Karena itulah maka setiap pasangan diharapkan mempunyai perencanaan kedepan sebagai kulminasi dari kesempurnaan manusia dari seluruh aspek kehidupan.
Islam memberikan keprihatinan demikian besar pada penjarangan anak dan perencanaan keluarga sebegitu dini dalam sejarah umat manusia, dalam ketidakhadiran tekanan kependudukan yang mendesak.Para sahabat nabi SAW diizinkan mempraktekkan coitus interruptus (al ,azl) untuk menghindar dari kesulitan  kesehatan, kemasyarakatan, dan ekonomi. Dengan tidak meragukan akan kemampuan Allah untuk memberikan rizki bagi semua mahluk; disini tidak ada pertentangan dengan takdir (qadar). Namun ada satu hadith yang ditafsirkan oleh beberapa ‘ulama sebagai larangan untuk melakukan coitus interruptus (al-‘azl) termasuk larangan untuk memakai alat kontrasepsi.2 Dan hal tersebut hingga saat ini dalam realita kehidupan masyarakat masih banyak yang mempertanyakan hukum coitus intrruptus
____________________________________
1DPD Lembaga pembinaan dan pengembangan keluarga sakinah Gresik, Makala doalog lintas sektoral “Peningkatan kehidupan dan kwalitas keluarga kab,Gresik,2009.
2Abdul AlRahim ‘Umran, Islam dan KB,(Jakarta, Lentera Basritama,1997)
(‘azl)  yang diabad modern ini diidentikkan dengan Keluarga berencana.
Oleh karena itulah dalam rangka menjawab persoalan hukum tentang keluarga berencana, melalui pendekatan ushul fiqh pemakala mencoba untuk melakukan peneusuran melalui teks ayat dan hadith serta menganalisa ide hukumnya.
II.                PENELUSURAN AYAT DAN HADITH TENTANG KELUARGA BERENCANA SERTA IDE TEKSNYA.

1.      Penelusuran ayat
Dalam penelusuran ayat Al-Qur’an tidak ditemukan kata Al-‘Azl (menumpahkan sperma diluar rahim istri) yang saat ini bisa diidentikkan dengan penggunaan alat kontrasepsi (alat KB). Peninjauan kembali terhadap Al Qur’an secara cermat juga mengungkapkan bahwa tidak ada nash yang melarang perbuatan pencegahan kehamilan atau pengurangan jumlah anak,3 justru malah mendukung adanya perencanaan dalam keluarga, sebagaimana tertera dalamnya surat Al-Qamar ayat 49
$¯RÎ) ¨@ä. >äóÓx« çm»oYø)n=yz 9ys)Î/ ÇÍÒÈ  
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut rencana atau hukum”
Dimana dalam pembentukan keluarga tersebut memerlukan persiapan, koordinasi dan perencanaan , mulai dari pemilihan pasangan kawin, penjarangan kehamilan, sampai rencana bagaimana membesarkan anak sebagai muslim yang baik,sehat dan bermanfaat. Hal ini tentunya disesuaikan dengan kemampuan fisik, kultur, sosio ekonomi dan lain sebagainya. Karena pada dasarnya Islam melalui ajaran Al Qur’an tidak pernah membenai umatnya melampaui batas kemampuannya, bahkan cenderung
___________________________
                      3Abdul AlRahim ‘Umran, Islam dan KB,3
memberikan kemudahan-kemudahan, hal ini sesuai dengan prinsip Al Qur’an dalam    surat  Baqarah ayat 185
3 ߃̍ムª!$# ãNà6Î/ tó¡ãŠø9$# Ÿwur ߃̍ムãNà6Î/ uŽô£ãèø9$# ….
“Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu…”

Dalam hal ini termasuk “Al-‘AZL” yang pada saat ini bisa diidentikkan dengan penggunaan alat kontrasepsi (KB) sebagai jalan keluar atau sebuah usaha untuk pengaturan pembentukan keluarga Islam.

2.      Penelusuran Hadits dan ide teksnya

Mengenai penelusuran Hadith dalam program mausu’ah hadith tentang “’Azl”  ditemukan 56 hadith yang terbagi dalam 5 (lima) sub bab, yaitu:
1.      “Azl” diperbolehkan, terdapat 12 hadith
2.      “Azl” diharamkan, terdapat 4 hadith
3.      “Azl” dilarang dengan pengecualian, terdapat 1 hadith
4.      “Azl”  diperbolehkan tetapi makruh, terdpat 38 hadith
5.      “Azl” diperbolehkan tetapi rukhsah, terdapat 1 hadith
Adapun penelusuran lebih lanjut dari ke 56 hadith tentang “azl” tersebut diatas, ditemukan sanad  yang  marfu’ muttasil sebanyak 53 hadith, yang marfu’ munqoti’ sebanyak 1 hadith dan mauquf muttasil sebanyak 2 hadith. Dari penelitihan tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian menurut kwalitasnya, yaitu: hadith sahih dan hasan, hadith dhaif dan pendapat sahabat dan tabiin.

A.     Hadith sahih dan hasan
1.      Ide teks hadith : “ ‘Azl” diperbolehkan, sebab yang mentakdirkan bertemunya sperma dan sel telur menjadi           embrio adalah Allah SWT, bukan hasil perbuatan manusia, jimak hanyalah sebagai perantara.

Pada kitab Sahih Muslim, dalam bab al Nikah, no. 2605 (Marfu’,Muttasil,akthar min sanad)
حَدَّثَنِي هَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الْأَيْلِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي مُعَاوِيَةُ يَعْنِي ابْنَ صَال عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَبِي الْوَدَّاكِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ سَمِعَهُ يَقُولُ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ مَا مِنْ كُلِّ الْمَاءِ يَكُونُ الْوَلَدُ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ خَلْقَ شَيْءٍ لَمْ يَمْنَعْهُ شَيْءٌ حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ الْمُنْذِرِ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ أَخْبَرَنِي عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَلْحَةَ الْهَاشِمِيُّ عَنْ أَبِي الْوَدَّاكِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ                                                           
Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no. 10772, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مُجَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو الْوَدَّاكِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْعَزْلِ قَالَ اصْنَعُوا مَا بَدَا لَكُمْ فَإِنْ قَدَّرَ اللَّهُ شَيْئًا كَانَ

Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no. 11014, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ يُونُسَ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي الْوَدَّاكِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ أَصَبْنَا سَبْيًا يَوْمَ حُنَيْنٍ فَكُنَّا نَلْتَمِسُ فِدَاءَهُنَّ فَسَأَلْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ اصْنَعُوا مَا بَدَا لَكُمْ فَمَا قَضَى اللَّهُ فَهُوَ كَائِنٌ فَلَيْسَ مِنْ كُلِّ الْمَاءِ يَكُونُ الْوَلَدُيصرفه                                       
Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no. 11140, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي الْوَدَّاكِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ لَيْسَ مِنْ كُلِّ الْمَاءِ يَكُونُ الْوَلَدُ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَخْلُقَ مِنْهُ شَيْئًا لَمْ يَمْنَعْهُ شَيْء                                                                      
Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no. 11450, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ عُبَيْدٍ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ أَبِي الْوَدَّاكِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ لَيْسَ مِنْ كُلِّ الْمَاءِ يَكُونُ الْوَلَدُ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَخْلُقَ مِنْهُ شَيْئًا لَمْ يَمْنَعْهُ شَيْءٌ                                                  

2.      Ide teks hadith : “’Azl” diperbolehkan.jimak hanyalah perantara kehamilan tetapi tidak setiap sperma berbuah kehamilan, sebab hasil akhir (takdir) ditangan Allah.Dan hadith ini sekaligus menolak keyakinan Yahudi tentang ‘azl adalah pembunuhan kecil.
Ide tersebut berdasarkan hadith-hadit sebagai berikut:
Pada kitab Sunan Abi Dawud, dalam bab al Nikah, no. 1856, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا أَبَانُ حَدَّثَنَا يَحْيَى أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ ثَوْبَانَ حَدَّثَهُ أَنَّ رِفَاعَةَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي جَارِيَةً وَأَنَا أَعْزِلُ عَنْهَا وَأَنَا أَكْرَهُ أَنْ تَحْمِلَ وَأَنَا أُرِيدُ مَا يُرِيدُ الرِّجَالُ وَإِنَّ الْيَهُودَ تُحَدِّثُ أَنَّ الْعَزْلَ مَوْءُودَةُ الصُّغْرَى قَالَ كَذَبَتْ يَهُودُ لَوْ أَرَادَ اللَّهُ أَنْ يَخْلُقَهُ مَا اسْتَطَعْتَ أَنْ تَصْرِفَه ُ                                                                                                   
Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no. 10858, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ   
الرَّحْمَنِ بْنِ ثَوْبَانَ عَنْ أَبِي مُطِيعِ بْنِ رِفَاعَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قَالَتْ الْيَهُودُ الْعَزْلُ الْمَوْءُودَةُ الصُّغْرَى قَالَ أَبِي وَكَانَ فِي كِتَابِنَا أَبُو رِفَاعَةَ بْنُ مُطِيعٍ فَغَيَّرَهُ وَكِيعٌ وَقَالَ عَنْ أَبِي مُطِيعِ بْنِ رِفَاعَةَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَذَبَتْ يَهُودُ إِنَّ اللَّهَ لَوْ أَرَادَ أَنْ يَخْلُقَ شَيْئًا لَمْ يَسْتَطِع أَحَدٌ أَنْ يَصْرِفَ                                                                                    

Pada kita Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no. 11051, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى بنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ َالَحَدَّثَنِي أَبُو رِفَاعَةَ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي وَلِيدَةً وَأَنَا أَعْزِلُ وَأَكْرَهُ أَنْ تَحْمِلَ وَإِنَّ الْيَهُودَ تَزْعُمُ أَنَّ الْمَوْءُودَةَ الصُّغْرَى عَنْهَا وَأَنَا أُرِيدُ مَا يُرِيدُ الرَّجُلُ الْعَزْلُ فَقَالَ كَذَبَتْ يَهُودُ إِنَّ اللَّهَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَخْلُقَهُ لَمْ يَسْتَطِعْ أَحَدٌ أَنْ يَصْرِفَه القدر                                                                                                                                                                                                                                         
3.      Ide teks hadith :“’Azl” diharamkan, karena sperma adalah calon embrio yang nantinya menjadi bayi, sehingga membuang sperma sama dengan membunuh bayi hidup-hidup (hadith tersebut diarahkan pada suami isteri bahwa tidak ada alasan untuk ‘azl)
Ide tersebut berdasarkan hadith-hadit sebagai berikut:
Pada kitab Sahih Muslim, dalam bab al Nikah, no.2613, (Marfu’,Muttasil,akthar min sanad)
رَسُولَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عُمَرَ قَالَا حَدَّثَنَا الْمُقْرِئُ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ حَدَّثَنِي أَبُو الْأَسْوَدِ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ جُدَامَةَ بِنْتِ وَهْبٍ أُخْتِ عُكَّاشَةَ قَالَتْ حَضَرْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أُنَاسٍ وَهُوَ يَقُولُ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أَنْهَى عَنْ الْغِيلَةِ فَنَظَرْتُ فِي الرُّومِ وَفَارِسَ فَإِذَا هُمْ يُغِيلُونَ أَوْلَادَهُمْ فَلَا يَضُرُّ أَوْلَادَهُمْ ذَلِكَ شَيْئًا ثُمَّ سَأَلُوهُ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَلِكَ الْوَأْدُ الْخَفِيُّ زَادَ عُبَيْدُ اللَّهِ فِي حَدِيثِهِ عَنْ الْمُقْرِئِ وَهِيَ وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ و حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَقَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ نَوْفَلٍ الْقُرَشِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ جُدَامَةَ بِنْتِ وَهْبٍ الْأَسَدِيَّةِ أَنَّهَا قَالَتْ سَمِعْتُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ بِمِثْلِ حَدِيثِ سَعِيدِ بْنِ أَبِي أَيُّوبَ فِي الْعَزْلِ وَالْغِيلَ غَيْرَ  أَنَّهُ قَالَ الْغِيَال                                                                                                                                                                          Pada kitab Sunan ibnu majah, dalam bab al Nikah, no.2001,
(Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَقَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ نَوْفَلٍ الْقُرَشِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ جُدَامَةَ بِنْتِ وَهْبٍ الْأَسَدِيَّةِ أَنَّهَا قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَدْ أَرَدْتُ أَنْ أَنْهَى عَنْ الْغِيَالِ فَإِذَا فَارِسُ وَالرُّومُ يُغِيلُونَ فَلَا يَقْتُلُونَ أَوْلَادَهُمْ وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ وَسُئِلَ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ هُوَ الْوَأْدُ الْخَفِيُّ                                                                                                                                                                Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Musnad al Mukyin, no.25793, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ جُدَامَةَ بِنْتِ وَهْبٍ الْأَسَدِيَّةِ وَكَانَتْ مِنْ الْمُهَاجِرَاتِ الْأُوَلِ قَالَتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ هُوَ الْوَأْدُ الْخَفِيُّ حَدَّثَنَا أبُو عَبدِ الْرَحَمَنِ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ يَعْنِي ابْنَ أَبِي أَيُّوبَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو الْأَسْوَدِ فَذَكَرَه                                                                                                                        Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Musnad al Mukyin, no.26176, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ يَعْنِي ابْنَ أَبِي أَيُّوبَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو الْأَسْوَدِ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ عَنْ جُدَامَةَ بِنْتِ وَهْبٍ أُخْتِ عُكَّاشَةَ قَالَتْ حَضَرْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَاسٍ وَهُوَ يَقُولُ لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ أَنْهَى عَنْ الْغِيلَةِ فَنَظَرْتُ فِي الرُّومِ وَفَارِسَ فَإِذَا هُمْ يُغِيلُونَ أَوْلَادَهُمْ وَلَا يَضُرُّ أَوْلَادَهُمْ ذَلِكَ شَيْئًا ثُمَّ سَأَلُوهُ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاكَ الْوَأْدُ الْخَفِيُّ وَهُوَ وَإِذَا الْمَوْءُودَةُ سُئِلَتْ          
                                             
4.    Ide teks hadith :“’Azl” diperbolehkan, tetapi dengan Rukhsah/Dispensasi ) suami  harus minta izin istri yang merdeka, tetapi tidak perlu minta izin isteri budak
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا نَعْزِلُ وَالْقُرْآنُ يَنْزِلُ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ جَابِرٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رُوِيَ عَنْهُ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ وَقَدْ رَخَّصَ قَوْمٌ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَغَيْرِهِمْ فِي الْعَزْلِ و قَالَ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ تُسْتَأْمَرُ الْحُرَّةُ فِي الْعَزْلِ وَلَا تُسْتَأْمَرُ الْأَمَةُ                                                                                                                                                    
5.   Ide teks hadith :“’Azl” dengan pengecualian, dimana suami dilarang ‘azl tanpa persetujuan isteri (diarahkan untuk kebahagian hubungan suami isteri)
Ide tersebut berdasarkan hadith sebagai berikut:
Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab al ‘Ashrah al Mubashirina bi al Jannati, no.207, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ مُحَرَّرِ بْنِ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ أَبِيه عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْعَزْلِ عَنْ الْحُرَّةِ إِلَّا بِإِذْنِهَا


6.   Ide teks hadith: “’Azl” diperbolehkan tetapi makruh.Rasulullah tidak menyukai ‘azl, karena bisa jadi sperma yang dibuang adalah yang ditakdirkan oleh Allah menjadi bayi.
Ide tersebut berdasarkan hadith-hadit sebagai berikut:
Pada kitab Sahih al Bukhari, dalam bab al Buyu’, no.2077, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ مُحَيْرِيزٍ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ بَيْنَمَا هُوَ جَالِسٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نُصِيبُ سَبْيًا فَنُحِبُّ الْأَثْمَانَ فَكَيْفَ تَرَى فِي الْعَزْلِ فَقَالَ أَوَإِنَّكُمْ تَفْعَلُونَ ذَلِكَ لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا ذَلِكُمْ فَإِنَّهَا لَيْسَتْ نَسَمَةٌ كَتَبَ اللَّهُ أَنْ تَخْرُجَ إِلَّا هِيَ خَارِجَةٌ                                                
Pada kitab Sahih al Bukhari, dalam bab al  ‘Atiq, no.2356,
(Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ ابْنِ مُحَيْرِيزٍ قَالَ رَأَيْتُ أَبَا سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ بَنِي الْمُصْطَلِقِ فَأَصَبْنَا سَبْيًا مِنْ سَبْيِ الْعَرَبِ فَاشْتَهَيْنَا النِّسَاءَ فَاشْتَدَّتْ عَلَيْنَا الْعُزْبَةُ وَأَحْبَبْنَا الْعَزْلَ فَسَأَلْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا مَا مِنْ نَسَمَةٍ كَائِنَةٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ إِلَّا وَهِيَ كَائِنَةٌ                                                                                                                                                                                  
 Pada kitab Sahih al Bukhari, dalam bab al  ‘Maghazi, no.3823,
(Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ ابْنِ مُحَيْرِيزٍ أَنَّهُ قَالَ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَرَأَيْتُ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ فَجَلَسْتُ إِلَيْهِ فَسَأَلْتُهُ عَنْ الْعَزْلِ قَالَ أَبُو سَعِيدٍ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ بَنِي الْمُصْطَلِقِ فَأَصَبْنَا سَبْيًا مِنْ سَبْيِ الْعَرَبِ فَاشْتَهَيْنَا النِّسَاءَ وَاشْتَدَّتْ عَلَيْنَا الْعُزْبَةُ وَأَحْبَبْنَا الْعَزْلَ فَأَرَدْنَا أَنْ نَعْزِلَ وَقُلْنَا نَعْزِلُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَظْهُرِنَا قَبْلَ أَنْ نَسْأَلَهُ فَسَأَلْنَاهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ مَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا مَا مِنْ نَسَمَةٍ كَائِنَةٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ إِلَّا وَهِيَ كَائِنَةٌ                                                                           
                                               

Pada kitab Sahih al Bukhari, dalam bab al Qadri, no.6113,
(Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا حِبَّانُ بْنُ مُوسَى أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَيْرِيزٍ الجُمَحِيُّ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ بَيْنَمَا هُوَ جَالِسٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نُصِيبُ سَبْيًا وَنُحِبُّ الْمَالَ كَيْفَ تَرَى فِي الْعَزْلِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَوَإِنَّكُمْ لَتَفْعَلُونَ ذَلِكَ لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ لَيْسَتْ نَسَمَةٌ كَتَبَ اللَّهُ أَنْ تَخْرُجَ إِلَّا هِيَ كَائِنَةٌ                                                         

Pada kitab Sahih al Bukhari, dalam bab al Tauhid, no.6860,
(Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا مُوسَى هُوَ ابْنُ عُقْبَةَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ ابْنِ مُحَيْرِيزٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ فِي غَزْوَةِ بَنِي الْمُصْطَلِقِ أَنَّهُمْ أَصَابُوا سَبَايَا فَأَرَادُوا أَنْ يَسْتَمْتِعُوا بِهِنَّ وَلَا يَحْمِلْنَ فَسَأَلُوا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ مَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ كَتَبَ مَنْ هُوَ خَالِقٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَقَالَ مُجَاهِدٌ عَنْ قَزَعَةَ سَمِعْتُ أَبَا سَعِيدٍ فَقَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَتْ نَفْسٌ مَخْلُوقَةٌ إِلَّا اللَّهُ خَالِقُهَا                                                                                                                                                 Pada kitab Sahih Muslim, dalam bab al Nikah,2599, (Marfu’,Muttasil,akthar min sanad)
و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ قَالُوا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ أَخْبَرَنِي رَبِيعَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ ابْنِ مُحَيْرِيزٍ أَنَّهُ قَالَ دَخَلْتُ أَنَا وَأَبُو صِرْمَةَ عَلَى أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ فَسَأَلَهُ أَبُو صِرْمَةَ فَقَالَ يَا أَبَا سَعِيدٍ هَلْ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ الْعَزْلَ فَقَالَ نَعَمْ غَزَوْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَزْوَةَ بَلْمُصْطَلِقِ فَسَبَيْنَا كَرَائِمَ الْعَرَبِ فَطَالَتْ عَلَيْنَا الْعُزْبَةُ وَرَغِبْنَا فِي الْفِدَاءِ فَأَرَدْنَا أَنْ نَسْتَمْتِعَ وَنَعْزِلَ فَقُلْنَا نَفْعَلُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَظْهُرِنَا لَا نَسْأَلُهُ فَسَأَلْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ خَلْقَ نَسَمَةٍ هِيَ كَائِنَةٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ إِلَّا سَتَكُونُ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْفَرَجِ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الزِّبْرِقَانِ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ فِي مَعْنَى حَدِيثِ رَبِيعَةَ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ فَإِنَّ اللَّهَ كَتَبَ مَنْ هُوَ خَالِقٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ                                                                               
                                                                         
Pada kitab Sahih Muslim, dalam bab al Nikah,2601, (Marfu’,Muttasil,akthar min sanad)
و حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ الْجَهْضَمِيُّ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَنَسِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ مَعْبَدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ قُلْتُ لَهُ سَمِعْتَهُ مِنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ نَعَمْ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا فَإِنَّمَا هُوَ الْقَدَرُ و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ ح و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ الْحَارِثِ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ وَبَهْزٌ قَالُوا جَمِيعًا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَنَسِ بْنِ سِيرِينَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّ فِي حَدِيثِهِمْ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي الْعَزْلِ لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا ذَاكُمْ فَإِنَّمَا هُوَ الْقَدَرُ وَفِي رِوَايَةِ بَهْزٍ قَالَ شُعْبَةُ قُلْتُ لَهُ سَمِعْتَهُ مِنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ نَعَمْ                                                                                                       
Pada kitab Sahih Muslim, dalam bab al Nikah,2602, (Marfu’,Muttasil,akthar min sanad)
و حَدَّثَنِي أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ وَأَبُو كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ وَاللَّفْظُ لِأَبِي كَامِلٍ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادٌ وَهُوَ ابْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ بِشْرِ بْنِ مَسْعُودٍ رَدَّهُ إِلَى أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا ذَاكُمْ فَإِنَّمَا هُوَ الْقَدَرُ قَالَ مُحَمَّدٌ وَقَوْلُهُ لَا عَلَيْكُمْ أَقْرَبُ إِلَى النَّهْيِ                                                 

Pada kitab Sahih Muslim, dalam bab ali wanazil, Nikah,2603, (Marfu’,Muttasil,Ali wa Nazil)
و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ بِشْرٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ فَرَدَّ الْحَدِيثَ حَتَّى رَدَّهُ إِلَى أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ ذُكِرَ الْعَزْلُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ وَمَا ذَاكُمْ قَالُوا الرَّجُلُ تَكُونُ لَهُ الْمَرْأَةُ تُرْضِعُ فَيُصِيبُ مِنْهَا وَيَكْرَهُ أَنْ تَحْمِلَ مِنْهُ وَالرَّجُلُ تَكُونُ لَهُ الْأَمَةُ فَيُصِيبُ مِنْهَا وَيَكْرَهُ أَنْ تَحْمِلَ مِنْهُ قَالَ فَلَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا ذَاكُمْ فَإِنَّمَا هُوَ الْقَدَرُ قَالَ ابْنُ عَوْنٍ فَحَدَّثْتُ بِهِ الْحَسَنَ فَقَالَ وَاللَّهِ لَكَأَنَّ هَذَا زَجْرٌ و حَدَّثَنِي حَجَّاجُ بْنُ الشَّاعِرِ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ ابْنِ عَوْنٍ قَالَ حَدَّثْتُ مُحَمَّدًا عَنْ إِبْرَاهِيمَ بِحَدِيثِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ بِشْرٍ يَعْنِي حَدِيثَ الْعَزْلِ فَقَالَ إِيَّايَ حَدَّثَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ بِشْرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ مَعْبَدِ بْنِ سِيرِينَ قَالَ قُلْنَا لِأَبِي سَعِيدٍ هَلْ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ فِي الْعَزْلِ شَيْئًا قَالَ نَعَمْ وَسَاقَ الْحَدِيثَ بِمَعْنَى حَدِيثِ ابْنِ عَوْنٍ إِلَى قَوْلِهِ الْقَدَر                                        
                                                                                     Pada kitab Sahih Muslim, dalam bab al Nikah,no.2604, (Marfu’ Muttasil, Aktsarna min sanad)
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ الْقَوَارِيرِيُّ وَأَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ قَالَ ابْنُ عَبْدَةَ أَخْبَرَنَا و قَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ حَدَّثَنَا   سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ قَزْعَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ ذُكِرَ الْعَزْلُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ وَلِمَ يَفْعَلُ ذَلِكَ أَحَدُكُمْ وَلَمْ يَقُلْ فَلَا يَفْعَلْ ذَلِكَ أَحَدُكُمْ فَإِنَّهُ لَيْسَتْ نَفْسٌ مَخْلُوقَةٌ إِلَّا اللَّهُ خَالِقُهَا                                                                           
Pada kitab Sunan Turmudi, dalam bab  al-nikah an Rasulullah, no.1057, (Marfu’ Muttasil, Aktsarna min sanad)
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ وَقُتَيْبَةُ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ مُجَاهِد عَنْ قَزَعَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ ذُكِرَ الْعَزْلُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لِمَ يَفْعَلُ ذَلِكَ أَحَدُكُمْ قَالَ أَبُو عِيسَى زَادَ ابْنُ أَبِي عُمَرَ فِي حَدِيثِهِ وَلَمْ يَقُلْ لَا يَفْعَلْ ذَاكَ أَحَدُكُمْ قَالَا فِي حَدِيثِهِمَا فَإِنَّهَا لَيْسَتْ نَفْسٌ مَخْلُوقَةٌ إِلَّا اللَّهُ خَالِقُهَا قَالَ وَفِي الْبَاب عَنْ جَابِرٍ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَبِي سَعِيدٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ وَقَدْ كَرِهَ الْعَزْلَ قَوْمٌ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَغَيْرِهِمْ                                                                                                         
                                                                                         

Pada kitab Sunan Nasai, dalam bab al zinah, no.5001, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)



أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ قَالَ سَمِعْتُ الرُّكَيْنَ يُحَدِّثُ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ حَسَّانَ عَنْ عَمِّهِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَرْمَلَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْرَهُ عَشْرَ خِصَالٍ الصُّفْرَةَ يَعْنِي الْخَلُوقَ وَتَغْيِيرَ الشَّيْبِ وَجَرَّ الْإِزَارِ وَالتَّخَتُّمَ بِالذَّهَبِ وَالضَّرْبَ بِالْكِعَابِ وَالتَّبَرُّجَ بِالزِّينَةِ لِغَيْرِ مَحَلِّهَا وَالرُّقَى إِلَّا بِالْمُعَوِّذَاتِ وَتَعْلِيقَ التَّمَائِمِ وَعَزْلَ الْمَاءِ بِغَيْرِ مَحَلِّهِ وَإِفْسَادَ الصَّبِيِّ غَيْرَ مُحَرِّمِهِ       


Pada kitab Sunan Nasa’I, dalam bab al Nikah, no.13276, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ عَنْ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي الْفَيْضِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مُرَّةَ الزُّرَقِيَّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الزُّرَقِيِّ أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ إِنَّ امْرَأَتِي تُرْضِعُ وَأَنَا أَكْرَهُ أَنْ تَحْمِلَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مَا قَدْ قُدِّرَ فِي الرَّحِمِ    سَيَكُونُ                                                                                                                                                                  
Pada kitab Sunan Abi Dawud, dalam bab al Nikah, no. 1855, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِسْمَعِيلَ الطَّالَقَانِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ قَزَعَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ ذُكِرَ ذَلِكَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْنِي الْعَزْلَ قَالَ فَلِمَ يَفْعَلُ أَحَدُكُمْ وَلَمْ يَقُلْ فَلَا يَفْعَلْ أَحَدُكُمْ فَإِنَّهُ لَيْسَتْ مِنْ نَفْسٍ مَخْلُوقَةٍ إِلَّا اللَّهُ خَالِقُهَا قَالَ أَبُو دَاوُد قَزَعَةُ مَوْلَى زِيَاد                                                           ٍ                                                                                                
Pada kitab Sunan Abi Dawud, dalam bab al Nikah, no. 1857, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنْ ابْنِ مُحَيْرِيزٍ قَالَ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَرَأَيْتُ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ فَجَلَسْتُ إِلَيْهِ فَسَأَلْتُهُ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ بَنِي الْمُصْطَلِقِ فَأَصَبْنَا سَبْيًا مِنْ سَبْيِ الْعَرَبِ فَاشْتَهَيْنَا النِّسَاءَ وَاشْتَدَّتْ عَلَيْنَا الْعُزْبَةُ وَأَحْبَبْنَا الْفِدَاءَ فَأَرَدْنَا أَنْ نَعْزِلَ ثُمَّ قُلْنَا نَعْزِلُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَظْهُرِنَا قَبْلَ أَنْ نَسْأَلَهُ عَنْ ذَلِكَ فَسَأَلْنَاهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ مَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا مَا مِنْ نَسَمَةٍ كَائِنَةٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ إِلَّا وَهِيَ كَائِنَةٌ                                                                                                                                                                 
Pada kitab Sunan Abi Dawud, dalam bab al Khatam, no.3686, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ قَالَ سَمِعْتُ الرُّكَيْنَ بْنَ الرَّبِيعِ يُحَدِّثُ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ حَسَّانَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَرْمَلَةَ أَنَّ ابْنَ مَسْعُودٍ كَانَ يَقُولُ كَانَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكْرَهُ عَشْرَ خِلَالٍ الصُّفْرَةَ يَعْنِي الْخَلُوقَ وَتَغْيِيرَ الشَّيْبِ وَجَرَّ الْإِزَارِ وَالتَّخَتُّمَ بِالذَّهَبِ وَالتَّبَرُّجَ بِالزِّينَةِ لِغَيْرِ مَحَلِّهَا وَالضَّرْبَ بِالْكِعَابِ وَالرُّقَى إِلَّا بِالْمُعَوِّذَاتِ وَعَقْدَ التَّمَائِمِ وَعَزْلَ الْمَاءِ لِغَيْرِ أَوْ غَيْرَ مَحَلِّهِ أَوْ عَنْ مَحَلِّهِ وَفَسَادَ الصَّبِيِّ غَيْرَ مُحَرِّمِهِ قَالَ أَبُو دَاوُد انْفَرَدَ بِإِسْنَادِ هَذَا الْحَدِيثِ أَهْلُ الْبَصْرَةِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ                                                                                                    
Pada kitab Sunan ibnu majah, dalam bab al Nikah, no.1916,
(Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)

حَدَّثَنَا أَبُو مَرْوَانَ مُحَمَّدُ بْنُ عُثْمَانَ الْعُثْمَانِيُّ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ سَأَلَ رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ أَوَ تَفْعَلُونَ لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ لَيْسَ مِنْ نَسَمَةٍ قَضَى اللَّهُ لَهَا أَنْ تَكُونَ إِلَّا هِيَ كَائِنَة                                                 ٌ                                                                                                            
Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab al Mukthirin min al sahabah, no.3423, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ الرُّكَيْنِ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ حَسَّانَ عَنْ عَمِّهِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَرْمَلَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكْرَهُ عَشْرَ خِلَالٍ تَخَتُّمَ الذَّهَبِ وَجَرَّ الْإِزَارِ وَالصُّفْرَةَ يَعْنِي الْخَلُوقَ وَتَغْيِيرَ الشَّيْبِ قَالَ جَرِيرٌ إِنَّمَا يَعْنِي بِذَلِكَ نَتْفَهُ وَعَزْلَ الْمَاءِ عَنْ مَحِلِّهِ وَالرُّقَى إِلَّا بِالْمُعَوِّذَاتِ وَفَسَادَ الصَّبِيِّ غَيْرَ مُحَرِّمِهِ وَعَقْدَ التَّمَائِمِ وَالتَّبَرُّجَ بِالزِّينَةِ لِغَيْرِ مَحِلِّهَا وَالضَّرْبَ بِالْكِعَابِ                                                                                                                                                    
Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab al Mukthirin min al sahabah, no.3586, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا الرُّكَيْنُ عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ حَسَّانَ عَنْ عَمِّهِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَرْمَلَةَ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَكْرَهُ عَشْرَ خِلَالٍ الصُّفْرَةُ وَتَغْيِيرُ الشَّيْبِ وَتَخَتُّمُ الذَّهَبِ وَجَرُّ الْإِزَارِ وَالتَّبَرُّجُ بِالزِّينَةِ بِغَيْرِ مَحِلِّهَا وَضَرْبُ الْكِعَابِ وَعَزْلُ الْمَاءِ عَنْ مَحَلِّهِ وَفَسَادُ الصَّبِيِّ غَيْرَ مُحَرِّمِهِ وَعَقْدُ التَّمَائِمِ وَالرُّقَى إِلَّا بِالْمُعَوِّذَاتِ                                                               
                                                                                     Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab al Mukthirin min al sahabah, no.3965, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنِي رُكَيْنٌ قَالَ سَمِعْتُ الْقَاسِمَ بْنَ حَسَّانَ يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حَرْمَلَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْرَهُ عَشْرًا الصُّفْرَةَ وَتَغْيِيرَ الشَّيْبِ وَجَرَّ الْإِزَارِ وَخَاتَمَ الذَّهَبِ أَوْ قَالَ حَلْقَةَ الذَّهَبِ وَالضَّرْبَ بِالْكِعَابِ وَالتَّبَرُّجَ بِالزِّينَةِ فِي غَيْرِ مَحِلِّهَا وَالرُّقَى إِلَّا بِالْمُعَوِّذَاتِ وَالتَّمَائِمَ وَعَزْلَ الْمَاءِ وَإِفْسَادَ الصَّبِيِّ مِنْ غَيْرِ أَنْ يُحَرِّمَه                                                                                      ُ                                                                             
Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no. 10744, (Marfu’ Muttasil, Aktsarna min sanad)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَنَسِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ مَعْبَدٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ الْعَزْلِ أَوْ قَالَ فِي الْعَزْلِ لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا ذَلِكَ فَإِنَّمَا هُوَ الْقَدَرُ حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ أَنْبَأَنَا أَنَسُ بْنُ سِيرِينَ عَنْ أَخِيهِ مَعْبَدٍ فَذَكَرَ نَحْوَهُ                                                                                                                                                      

Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no. 11032, (Marfu’ Muttasil, sanad wahid)
حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ حَدَّثَنِي أَنَسُ بْنُ سِيرِينَ عَنْ أَخِيهِ مَعْبَدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ شُعْبَةُ قُلْتُ لَهُ سَمِعْتَهُ مِنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ نَعَمْ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْعَزْلِ قَالَ لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا ذَلِكُمْ فَإِنَّمَا هُوَ الْقَدَرُ

Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no. 11077, (Marfu’ Muttasil, sanad wahid)
حَدَّثَنَا يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَرُوبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْعَزْلِ أَنْتَ تَخْلُقُهُ أَنْتَ تَرْزُقُهُ أَقِرَّهُ قَرَارَهُ فَإِنَّمَا ذَلِكَ الْقَدَرُ                                                                                                                                                                               Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no. 11120, (Marfu’ Muttasil, sanad wahid)
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ اللَّيْثِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ أَوَإِنَّكُمْ تَفْعَلُونَ قَالُوا نَعَمْ قَالَ فَلَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى لَمْ يَقْضِ لِنَفْسٍ أَنْ يَخْلُقَهَا إِلَّا هِيَ كَائِنَةٌ                
Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no.11174, (Marfu’ Muttasil, Aktsarna min sanad)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى عَنِ ابْنِ مُحَيْرِيزٍ الشَّامِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا صِرْمَةَ الْمَازِنِيَّ وَأَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ يَقُولَانِ أَصَبْنَا سَبَايَا فِي غَزْوَةِ بَنِي الْمُصْطَلِقِ وَهِيَ الْغَزْوَةُ الَّتِي أَصَابَ فِيهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جُوَيْرِيَةَ وَكَانَ مِنَّا مَنْ يُرِيدُ أَنْ يَتَّخِذَ أَهْلًا وَمِنَّا مَنْ يُرِيدُ أَنْ يَسْتَمْتِعَ وَيَبِيعَ فَتَرَاجَعْنَا فِي الْعَزْلِ فَذَكَرْنَا ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَعْزِلُوا فَإِنَّ اللَّهَ قَدَّرَ مَا هُوَ خَالِقٌ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَة                                                            ِ                                                                                                                                                                          
Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no. 11218, (Marfu’ Muttasil, sanad wahid)
حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا هِشَامٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَخِيهِ مَعْبَدِ بْنِ سِيرِينَ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ هَلْ سَمِعْتَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْعَزْلِ شَيْئًا فَقَالَ نَعَمْ سَأَلْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ وَمَا هُوَ قُلْنَا الرَّجُلُ تَكُونُ لَهُ الْمَرْأَةُ الْمُرْضِعُ فَيُصِيبُ مِنْهَا وَيَكْرَهُ أَنْ تَحْمِلَ فَيَعْزِلُ عَنْهَا وَتَكُونُ لَهُ الْجَارِيَةُ لَيْسَ لَهُ مَالٌ غَيْرَهَا فَيُصِيبُ مِنْهَا وَيَكْرَهُ أَنْ تَحْمِلَ فَيَعْزِلُ عَنْهَا فَقَالَ لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا فَإِنَّمَا هُوَ الْقَدَر                                                                            ُ                                                                                       Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no.11220, (Marfu’ Muttasil, Aktsarna min sanad)

قَالَ قَرَأْتُ عَلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ : مَالِكٌ قَالَ أَبِي و حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّانَ عَنِ ابْنِ مُحَيْرِيزٍ أَنَّهُ قَالَ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ وَرَأَيْتُ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ فَجَلَسْتُ إِلَيْهِ فَسَأَلْتُهُ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ بَنِي الْمُصْطَلِقِ فَأَصَبْنَا سَبَايَا مِنْ سَبْيِ الْعَرَبِ فَاشْتَهَيْنَا النِّسَاءَ وَاشْتَدَّتْ عَلَيْنَا الْعُزْبَةُ وَأَحْبَبْنَا الْعَزْلَ وَأَرَدْنَا أَنْ نَعْزِلَ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَظْهُرِنَا قَبْلَ أَنْ نَسْأَلَهُ فَسَأَلْنَاهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ مَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا مَا مِنْ نَسَمَةٍ كَائِنَةٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ إِلَّا وَهِيَ كَائِنَةٌ                                                                                                                                   
Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no. 11260, (Marfu’ Muttasil, sanad wahid)
حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنِي أَنَسُ بْنُ سِيرِينَ عَنْ أَخِيهِ مَعْبَدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ شُعْبَةُ قُلْتُ لَهُ سَمِعْتَهُ مِنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ نَعَمْ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْعَزْلِ قَالَ لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا فَإِنَّمَا هُوَ الْقَدَرُ                                                                                   
Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no. 11412, (Marfu’ Muttasil, sanad wahid)
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَنْبَأَنَا شُعَيْبٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَيْرِيزٍ الْجُمَحِيُّ أَنَّ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ بَيْنَا هُوَ جَالِسٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نُصِيبُ سَبْيًا فَنُحِبُّ الْإِثْمَانَ فَكَيْفَ تَرَى فِي الْعَزْلِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَإِنَّكُمْ لَتَفْعَلُونَ ذَلِكُمْ لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا ذَلِكُمْ فَإِنَّهَا لَيْسَتْ نَسَمَةٌ كَتَبَ اللَّهُ أَنْ تَخْرُجَ إِلَّا هِيَ خَارِجَةٌ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ عَنِ الْأَوْزاعِيِّ حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ سَأَلَ رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النَّاسِ أَفْضَلُ فَذَكَرَ مَعْنَى حَدِيثِ شُعَيْبٍ                                         

Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no. 11444, (Marfu’ Muttasil, sanad wahid)
حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنَا ابْنُ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ إِنْ تَفْعَلُوا ذَلِكَ لَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوهُ فَإِنَّهُ لَيْسَ نَسَمَةٌ قَضَى اللَّهُ أَنْ تَكُونَ إِلَّا هِيَ كَائِنَةٌ                          
Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no. 11970, (Marfu’ Muttasil, sanad wahid)
حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ أَخْبَرَنَا أَبُو عَمْرٍو مُبَارَكٌ الْخَيَّاطُ جَدُّ وَلَدِ عَبَّادِ بْنِ كَثِيرٍ قَالَ سَأَلْتُ ثُمَامَةَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَسَأَلَ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ أَنَّ الْمَاءَ الَّذِي يَكُونُ مِنْهُ الْوَلَدُ أَهْرَقْتَهُ عَلَى صَخْرَةٍ لَأَخْرَجَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْهَا أَوْ لَخَرَجَ مِنْهَا وَلَدٌ الشَّكُّ مِنْهُ وَلَيَخْلُقَنَّ اللَّهُ نَفْسًا هُوَ خَالِقُهَا                                                       
Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Musnad al    Makiyin, no.15173, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي الْفَيْضِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مُرَّةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الزُّرَقِيِّ أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَشْجَعَ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ إِنَّ امْرَأَتِي تُرْضِعُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مَا يُقَدَّرُ فِي الرَّحِمِ                                                                                      فَسَيَكُو                                                        
Pada Muwata’ Malik, dalam bab al talaq, no. 1090, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنِي يَحْيَى عَنْ مَالِك عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ يَحْيَى بْنِ حَبَّان عَنْ ابْنِ مُحَيْرِيزٍ أَنَّهُ قَالَ دَخَلْتُ الْمَسْجِدَ فَرَأَيْتُ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ فَجَلَسْتُ إِلَيْهِ فَسَأَلْتُهُ عَنْ الْعَزْلِفَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةِ بَنِي الْمُصْطَلِقِ فَأَصَبْنَا سَبْيًا مِنْ سَبْيِ الْعَرَبِ فَاشْتَهَيْنَا النِّسَاءَ وَاشْتَدَّتْ عَلَيْنَا الْعُزْبَةُ وَأَحْبَبْنَا الْفِدَاءَ فَأَرَدْنَا أَنْ نَعْزِلَ فَقُلْنَا نَعْزِلُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَظْهُرِنَا قَبْلَ أَنْ نَسْأَلَهُ فَسَأَلْنَاهُ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ مَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا مَا مِنْ نَسَمَةٍ كَائِنَةٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ إِلَّا وَهِيَ كَائِنَة                                                                                                                            ٌ                                                          
Pada kitab Sunan al Darimi, dalam bab al Nikah, no. 2126, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْهَاشِمِيُّ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ قَالَ سَأَلَ رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ أَوَ تَفْعَلُونَ ذَلِكَ فَلَا عَلَيْكُمْ أَنْ لَا تَفْعَلُوا فَإِنَّهُ لَيْسَ مِنْ نَسَمَةٍ قَضَى اللَّهُ تَعَالَى أَنْ تَكُونَ إِلَّا كَانَتْ                                                                                                                           
7.      Ide teks  Hadith:“‘Azl” diperbolehkan, Sebagian sahabat melakukannya
Ide tersebut berdasarkan hadith-hadit sebagai berikut:
Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no. 14429, (Marfu’, Muttasil, Sanad Wahid)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ كُنَّا نَفْعَلُهُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْنِي الْعَزْلَ قَالَ قُلْتُ لِعَمْرٍو آنْتَ سَمِعْتَهُ مِنْ جَابِر قَالَ ل
ٍ
Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no. 14501, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأُمَوِيُّ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرًا وَسُئِلَ عَنْ الْعَزْلِ قَالَ فَقَالَ قَدْ كُنَّا نَصْنَعُهُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no. 14541, (Marfu’,Muttasil, Sanad Wahid)
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ أَنَّهُ سَمِعَ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ وَذَكَرُوا الْعَزْلَ فَقَالَ كُنَّا نَصْنَعُهُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ                    
              B.  Hadith dhaif
Ide teks hadith: azl dilarang, karena pencita mahluk adalah Allah (takdir)
Pada kitab Musnad Ahmad, dalam bab Baqi Musnad al Mukthirin, no. 11320, (Marfu’ Munqati’, sanad wahid)
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ سُئِلَ عَنْ الْعَزْلِ قَالَ ثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ أَنْتَ تَخْلُقُهُ أَنْتَ تَرْزُقُهُ أَقِرَّهُ قَرَارَهُ أَوْ مَقَرَّهُ فَإِنَّمَا هُوَ الْقَدَرُ                                                                                                                                                                             
C.      Pendapat sahabat dan tabiin
1.      Ide teks  Hadith:“‘Azl” diperbolehkan, Sebagian sahabat melakukan
Pada kitab Muwata’ Malik, dalam bab al Talaq, no.1095, (Mauquf,Muttasil, Sanad Wahid)
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ حُمَيْدِ بْنِ قَيْسٍ الْمَكِّيِّ عَنْ رَجُلٍ يُقَالُ لَهُ ذَفِيفٌ أَنَّهُ قَالَ سُئِلَ ابْنُ عَبَّاسٍ عَنْ الْعَزْلِ فَدَعَا جَارِيَةً لَهُ فَقَالَ أَخْبِرِيهِمْ فَكَأَنَّهَا اسْتَحْيَتْ فَقَالَ هُوَ ذَلِكَ أَمَّا أَنَا فَأَفْعَلُهُ يَعْنِي أَنَّهُ يَعْزِلُ                                                                

2.      Ide tells Hadith: “‘Azl”  makruh (sahabat Ibnu Umar tidak senang)
Pada kitab Muwata’ Malik, dalam bab al Talaq, no.1093, (Mauquf,Muttasil, Sanad Wahid)
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَنَّهُ كَانَ لَا يَعْزِلُ وَكَانَ يَكْرَهُ الْعَزْلَ

III.               ANALISA IDE HUKUM TENTANG ‘AZL.

1.      SUBYEK HUKUM
Dari hadith-hadith diatas dapat diambil subyek hukumnya yaitu kata   العزل (‘azl ) yang disebut secara umum dengan kata mufrad yang diberi alif dan lam sebagai tanda keumuman yang dapat diartikan menumpahkan sperma diluar rahim isteri ketika melakukan hubungan suami isteri atau disebut dengan istilah coitus intteruptus,
Kata العزل yang disebutkan dalam hadith Rasulullah SAW, rata-rata mengizinkan atau memperbolehkan “al azl” (العزل ) dengan berbagai argument masing-masing sebagai bentuk kontrasepsi. “’Azl” ini biasa dilakukan oleh orang zaman nabi untuk mencegah kehamilan atau mengatur jarak anak dengan cara pada puncak senggama, zakar dikeluarkan dari vagina sehingga sel spermatozoa tidak bertemu dengan sel telur yang siapdibuahi. Hal ini memerlukan penguasaan diri yang kuat antar pasangan. Namun demikian masih adanya kemungkinan untuk hamil sebab masih ada kemungkinan sedikit zairan yang mengandung spermatozoa tertumpa dari buah zakar dan masuk kedalam vagina.
Pada era modern ini untuk sebuah perencanaan keluarga alias keluarga Berencana tidak hanya ‘ azl saja tetapi sudah ditemukan alat-alat kontrasepsi, sehingga untuk menekan atau mengatur kelahiran anak tidak harus mengurangi sebuah kepuasan hubungan biologis pasangan suami istri, tetapi cukup dengan menggunakan alat-alat kontrasepsi (alat yang digunakan untuk menghindari atau mencegah kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma) yang tersedia. 
Adapun metode kontrasepsi terbagi menjadi beberapa bagian:
1.      Metode sederhana
a.    Tanpa alat atau obat
-          Senggama terputus atau coitus interruptus, dalam islam disebut dengan ‘azl (العزل) sebagaimana diterangkan diatas metode ini juga masih banyak dipakai oleh sebagian pasangan.
-          Pantang Berkala, yaitu yidak melakukan senggama pada masa subur seorang wanita yaitu sekitar waktu terjadinya ovulasi.
b.   Dengan alat/obat
-          Kondom adalah karet tipis yang dipakai untuk menutupi zakar dan menampung mani agar tidak masuk ke vagina.
-          Diafragma/kap terbuat dari karet yang berbentuk mangkok, dipakai untuk menutupi cerviks, singga mani tidak dapat masuk (di Indonesia jarang dipakai, karena memerlukan dokter atau bidan untuk mengukur).

-          Krem/jelli atau cairan berbusa adalah suatu bahan kimia yang menghentikan gerak atau melumpuhkan spermatozoa kedalam vagina, sehingga tidak dapat membuahi sel telur.
-          Intravag/tissue KB, yang berbentuk kertas tipis yang mengandung obat spermatisida, dimasukkan dalam vagina sebelum bersenggama.
2.   Metode Kontrasepsi efektif
-          PIL KB, berbentuk tablet yang berisi gabungan hormone estrogen dan progresterone, diminum oleh wanita.
-          Suntik KB, ada yang mengandung hormone progresteron dan ada yang mengandung 25 mg medroxy progresteron acetat dan mg estraidiol cypionate yaitu cyclofem.
-          Alat Kontrasepsi Bawa Kulit (AKBK)/Implan adalah alat yang disusupkan di bawah kulit
-          Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR), yaitu alat yang dimasukkan kedalam rahim perempuan atau nlebih dikenal dengan alat spiral.
3.   Metode Mantap dengan cara operasi (kontrasepsi mantap)
-          Untuk perempuan dikenal dengan Tubektomi
-          Untuk laki-laki dikenal dengan Vasektomi
Dari uraian tersebut diatas intinya dalah sama yaitu menghalangi bertemunya sel sperma dengan sel telur sehingga tidak terjadi kehamilan.4 
__________________________________
4Informasi Pelayanan Kontrasepsi, BKKBN, 1994


2.      PREDIKAT HUKUM.
      Untuk mengetahui predikat hukumnya dapat dimulai dengan analisa teks hadith yang ada, dimana hampir sebagian besar menyatakan  diperbolehkannya melakukan ‘azl (coitu interruptus)
 فَقَالَ مَا مِنْ كُلِّ الْمَاءِ يَكُونُ الْوَلَدُ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ خَلْقَ شَيْءٍ لَمْ يَمْنَعْهُ شَيْء
Kata لَمْ يَمْنَعْهُ شَيْء menunjukkan tidak adanya pelarangan untuk melakukan ‘azl atau coitus inrruptus.karena tidak setiap mani yang masuk dalam rahim membentuk anak (bayi),semua adalah kehendak Allah (takdir) dan apabila Allah menghendaki untuk menciptakan sesuatu tidak ada yang menghentikannya untuk melakukan itu.sebagaimana dalam sahih Bukhari, dalam bab al Nikah, no.2605.  Hal ini juga diperkuat oleh hadith yang diriwayatkan oleh para sahabat
              كُنَّا نَعْزِلُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْقُرْآنُ يَنْزِل
      Dalam hal ini tidak ada keraguan bisebut berulang-ulang bahwa al’azl dipraktekkan oleh kaum muslimin dimasa Nabi, dan sebagian sahabat yang biasa mempraktekanya. Sebagai suatu tindakan kontraseptif. Ini disebutkan berulang-ulang namun nabi tidak melarang praktek tersebut. Begitu juga dengan al Qur’an yang ketika itu  masih diwahyukan,tetapi tidak melarangnya.
      Hal ini menepis adanya pendapat Yahudi yang mengatakan bahwa melakukan ‘azl sama dengan melakukan pembunuhan bayi hidup-hidup  ( الْوَأْدُ الْخَفِيُّ) sehingga ‘azl dihukumi Haram (lihat  sahih Muslim, dalam bab Nikah, no.2613).  Karena apabila yang telah dilakukan Jabir dan sahabat lainnya itu terhukum haram, maka tentulah Allah melarangnya melalui ayat yang diturunkan Nya. Tetapi hal itu tidak terjadi dan tidak ditemukan larangan “azl dalam al Qur’an.
Namun demikian dalam riwayat lain dalam Sunan Turmudi, dalam bab al- Nikah, no. 1056. Disebutkan bahwa suami dapat melakukan ‘azl tetapi harus mendapatkan izin dari isteri (yang merdeka). تُسْتَأْمَرُ الْحُرَّةُ فِي الْعَزْلِ وَلَا تُسْتَأْمَرُ الْأَمَةُ  karena istri juga mempunyai hak untuk memperoleh kenikmatan dimana puncak kenikmatan seorang wanita saat dijimak justru ketika terjadi inzal dan bukan ‘azl ditengah jalan serta wanita juga berhak untuk mendapatkan keturunan.
3.      SASARAN HUKUM
Dari hadith-hadith tersebut diatas bahwa yang menjadi sasaran hukumnya adalah pasangan suami isteri dalam rangka perencanaan keluarga khususnya dalam masalah keturunan.
4.      TUJUAN HUKUM
Tujuan dari pelaksanaan “’azl” atau coitus interruptus dari analisa beberapa hadith tersebut terdapat beberapa pandangan dan penafsiran, yang nantinya dapat digunakan sebagai dasar penetapan hukum.
Pertama, Pandangan yang menyimpulkan bahwa dihalalkannya ‘azl sebagai alat kontrasepsi dalam Islam. Fakta bahwa para sahabat melakukannya  (dengan sepengetahuan Nabi) sehingga tanpa ragu-ragu mengatakan halalnya ‘azl itu diperbolehkan meskipun tidak diwajibkan.
     Kedua, Pandangan yang menyimpulkan bahwa Nabi tidak melarang ‘azl, tetapi beralih secara langsung kepada masalah takdir.Mengenai hal ini ‘azl ditujukan pada dua komponen yaitu menarik zakar untuk mengelak kehamilan, dan komponen keimanan yang menekn takdir, yakni kehendak Allah mengatasi kehendak manusia. Ini artinya bahwa meskipun melakukan ‘azl kehamilan mungkin saja masih terjadi. Karena masih ada kemungkinan sedikit cairan yang mengandung spermatozoa tertumpa dari buah zakar dan masuk kedalam vagina.
Ketiga, Pandangan yang membolehkan melakukan ‘azl asal atas persetujuan istri, karena hal ini adalah hak daripada istri.
 Keempat, Pandangan yang samar (memakruhkan) ‘azl dengan menggunakan frasa bahasa Arab” la> ‘alaikum alla> taf’alu>” kalimat itu mengandung dua pengertian, yang satu mendukung praktek ‘azl yakni tak karena nabi tidak melarangnya. Dilain pihak mengartikan lebih pada sebuah teguran agar tidak melakukan ‘azl.
Kelima, Pandangan yang mengharamkan melakukan ‘azl, karena membuang air mani berarti melakukan pembunuhan kecil, dan bahkan ada yang mengatakan melakukan pembunuhan hidup-hidup (pendapat para Yahudi). Namun pandangan ini dibantah oleh Rasulullah.
            Dari beberapa pandangan tersebut diatas dapat difahami bahwa melakukan ‘azl itu diperbolehkan, asalkan dilakukan dengan alasan-alasan yang tepat, artinya tidak melawan takdir Allah.
5.      KETERANGAN
“Azl atau coitus interruptus (membuang sperma diluar rahim istri) dimana diera sekarang ini lebih dikenal dengan penggunaan alat kontrasepsi sesuai yang diinginkan bahkan dari sebagian pasangan suami istri mungkin masih banyak yang menggunakan cara lama (‘azl) dalam perencanaan keluarganya hal ini sah-sah saja asalkan tidak menyalahi takdir Allah yaitu dengan berkeyakinan bahwa dengan ‘azl atau menggunakan alat-alat KB (kontrasepsi) sudah dipastikan bahwa tidak akan hamil, sebab jika Allah menghendaki melalui takdir Nya segala sesuatunya bisa mungkin terjadi, manusia tidak bisa mengelakkannya., karena ini bertentangan dengan prinsip Islam.Manusia (pasangan suami istri) memang dianjurkan untuk mempunyai perencanaan-perencanaan dalam keluarganya dengan berbagai usaha dan alas an-alasannya, misalnya menggunakan alat kontrasepsi dengan alasan kesehatan karena kondisi fisik yang sakit-sakitan, karena usia sudah tua, atau bahkan alasan ekonomi, misalnya anaknya sudah terlalu banyak dan membutuhkan biaya hidup serta pendidikan yang banyak pula sehingga mengharuskan pasangan tersebut untuk mengikuti program KB agar tidak mendapatkan keturunan lagi, akan tetapi kembali lagi ada satu hal yang harus diyaqini bahwa mengikuti program KB bukan berarti bisa dipastikan untuk tidak mendapatkan keturunan, karena perlu diingat dan ditekankan bahwa “TAKDIR” ada ditangan Allah SWT. Segala sesuatu didunia ini tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah jika dikehendaki.
6.      PENETAPAN HUKUM
Dari uraian tersebut diatas dapat diambil sebuah  kesimpulan untuk dijadikan dasar penetapan hukum Keluarga Berencana (KB) bahwa ‘Azl atau coitus interruptus (membuang sperma diluar rahim istri) atau istilah sekarang diidentikkan  dengan alat kontrasepsi (KB) adalah diperbolehkan dan bahkan bisa dihukumi halal sepanjang tidak diyakini bahwa dengan mengikuti program Keluarga Berencana (KB) dengan segala metode yang digunakan sudah dapat dipastikan tidak mendapatkan keturunan (tidak hamil), hal ini berarti sudah menentang takdir. Karena sesungguhnya manusia hanyalah sebagai perantara adanya anak atau bayi melalui hubungan intimnya, namun takdir tetap ditangan Allah SWT.





















DAFTAR PUSTAKA

-          Abdul al Rahim ,Umran, Islam dan KB,(Jakarta, Lentera Basritama, 1997)
-          Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, Informasi pelayanan kontrasepsi, 1994
-          Hadith Mausu’ah
-          file:///F:/HukumKeluarg Berencana (KB) Dalamislam

















HUKUM KELUARGA BERENCANA


Makalah
Diajukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah
“US}UL FIQIH”







Disusun Oleh:
S H O F I Y A H
FO 640746




   Dosen Pengampu :

 DR.H.ABDULLAH SADIQ AL-HAMID, MA.





PROGRAM PASCA SARJANA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
SUNAN AMPEL SURABAYA



2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar